Kamis, 02 Agustus 2012

Jangan GR !!


"Assalamu’alaikum , jangan lupa nanti sore rapat" 

Senyumku terkembang tanpa aku sadari. Ah.. SMS dari Fadhil, Ketua organisasi yang sedang aku ikuti. Sudah 2 bulan ini aku mendampinginya sebagai sekretarisnya, dan sudah 2 bulan pula ia begitu perhatian padaku.

"Wa’alaikumsalam, insyaallah"

Balasan SMS pun ku kirim. Masih dengan senyum yang terkembang, pikiranku pun melayang pada wajah Cool nya dan tiba-tiba teringat pada perhatian-perhatiannya. Tak jarang pula ia SMS aku hanya untuk mengingatkanku menjaga kesehatan. Siapa coba yang tidak bahagia diberi perhatian lebih seperti itu?

“Syifa?” aku menoleh mencari asal suara masih dengan senyum lebar yang ditimbulkan dari getar-getar SMS dari Fadhil.
“Senyum-senyum terus, mikirin apa Neng?” Rita menggodaku, sedangkan aku yang digoda hanya nyengir kuda.
“Apaan sih?cerita dong!” Rita menyikut lenganku perlahan.
“Mau tauuu…aja!” Aku meninggalkan Rita begitu saja.

SMS-SMS dari Fadhil terus mengalir deras, sederas perasaanku padanya. Aku merasa yakin kalau Fadhil memiliki perasaan khusus padaku. Lama-lama hati ni penat juga, ingin rasanya menumpahkan rasa, apa arti dari perhatian Fadhil padaku selama ini? paling tidak kita jadi sama-sama tahu bahwa kita punya rasa.

"Terimakasih atas perhatiannya selama ini, sms antum selalu memberikan semangat tersendiri pada ana . "

Ku balas SMS nya dengan penuh harap ia akan membalas dengan mengatakan perasaannya. Namun, sedetik, semenit, sejam, bahkan semalaman pun tak ada balasan darinya. Bikin Kecewa.

“Hei, kenapa?”Rita melihat mimik sedih pada wajahku.
“Lagi kecewa!”
“Kemaren senyum-senyum, sekarang manyun.”
“Gimana nggak kecewa? Dia perhatian banget sama aku, tapi perhatiannya nggak jelas banget mau dibawa kemana!”
“Emang mau di bawa kemana?”
“Paling nggak aku tahu lah perasaan dia.” Aku marah-marah nggak jelas.
“Maksudmu siapa?”
“Fadhil”
“Fadhil? emang perhatian kayak apa?” Rita mengerenyitkan dahi, bingung.
“SMS dia itu lho Rit, perhatian banget sama aku. Sering ngingetin itu ini, sering SMS ngasih semangat. Kan aku jadi ngerasa diperhatikan lebih, Rit.”

Tiba-tiba saja tawa Rita pecah, sampai ada beberapa teman mahasiswa yang menoleh pada kami.

“Jadi kamu pikir Fadhil perhatian sama kamu?” aku semakin bingung di tengah tawa Rita.
“Ini isi SMS nya Fadhil?” Rita menunjukkan Hp nya padaku. Lho, isinya sama dengan SMS yang ditujukan padaku.
“Aku juga diperhatikan sama dia donk.”

Aku bengong, bukankah harusnya Rita sebel, jengkel karena bukan cuma dia yang diperhatikan sama Fadhil? Harusnya dia marah dong seperti aku marah karena merasa dipermainkan sama Fadhil. Mukaku semakin memerah.

“Heh.. kamu ini bukannya marah karena dipermainkan Fadhil, kok malah ketawa gitu!” Aku menodongkan muka marah padanya, sebenernya sih sama Fadhil cuma kebetulan aja adanya Rita.
“Ngapain aku mesti marah, sebel, dongkol, toh sejak awal aku tahu kalau Fadhil suka ngirim SMS yang katamu perhatian itu. Tapi perhatiannya bukan cuma sama kamu atau sama aku, tapi sama semua anggota di organisasi kita. Nggak cuma kamu aja yang dikirimin SMS ginian, anak anak juga kali. Kok bisa kamu nggak tahu? Kalau dia mau ngirim SMS khusus biasanya dia akan menambahkan nama tergantung siapa yang dia kirimi SMS” Rita masih tertawa.

Aku langsung membuka SMS-SMS nya, ternyata apa yang dikatakan Rita benar, SMS khusus untukku hanya menanyakan tentang keorganisasian, dan Rita benar lagi kalau dia selalu mencantumkan nama kalau ada SMS khusus untuknya, sedangkan untuk seluruh anggota organisasi, dia tidak menambahkan kata teman teman..

Aku sungguh malu, bagaimana mungkin aku tidak tahu tentang ini. Bukankah anggota di organisasi kami banyak, kok tidak ada satu pun yang berbicara padaku tentang SMS itu, apa karena aku nya yang merasa tak perlu membicarakan SMS itu karena takut ada yang salah paham.Aahh…menyebalkan!
“Makanya jangan suka ke Ge eRan!” Rita masih bisa berbicara disela tawanya. Mukaku makin memerah, bukan karena marah tapi karena malu. Tetap saja aku merasa dipermainkan.

"JAHAT."

SMS pun terkirim padanya. Sedangkan yang dikirimi SMS tidak mengerti maksudnya, hanya bisa mengerenyitkan dahi dan mengelus dada.
***

Ingat sahabat, apapun yang dikirimkan lawan jenismu padamu entah itu dari SMS, ataupun lewat jejaring sosial, bukan berarti itu bentuk perhatian khusus untukmu. Bisa jadi dia kirimkan juga untuk orang lain, so jangan keGe-eRan dulu.

Terkhusus untukmu para wanita, kamu sering kali merasa keGe-eRan apabila ada lawan jenis yang sedikit memperhatikanmu. Saya tahu itu adalah Fitrahmu yang memang senang diperhatikan, namun rasa itu harusnya bisa dikontrol menjadi lebih baik.
Kontrol lah rasa Ge-eR mu agar jangan sampai menjebakmu pada rasa kecewa, apalagi sampai menangis bombay… Pliss deh… nggak banget! 
Sehingga, jika ternyata si dia memiliki perhatian pada wanita lain, kamu tidak akan kecewa. Caranya, perhatian darinya jangan diperhatikan. 
Baca saja, tersenyumlah, lalu lupakan. Itu akan lebih baik... :)

Rabu, 01 Agustus 2012

Tanpa Pernah Kau Tau


Tanpa pernah kau tahu, aku selalu tersenyum saat mengingatmu.

Tanpa pernah kau tahu, entah kenapa setiap harinya, banyak hal kecil yang mengingatkanku padamu.

Tanpa pernah kau tahu, tidak pernah mudah saat ku mencoba untuk tak ingin tahu apa-apa tentangmu.

Tanpa pernah kau tahu, susah payah aku memerintahkan otakku untuk berhenti memikirkanmu.

Tanpa pernah kau tahu, kadang aku berpikir bagaimana caranya mengabaikan pesonamu.

Tanpa pernah kau tahu, bagiku, kau sederhana dan indah.

Tanpa pernah kau tahu, di mataku, kau berbeda dan begitu istimewa.

Tanpa pernah kau tahu, aku selalu berusaha meyakini bahwa rasa yang muncul saat melihatmu tertawa bersama orang lain bukanlah rasa cemburu.

Tanpa pernah kau tahu, aku selalu berbohong pada hatiku dengan berkata bahwa aku tidak merindukanmu.

Tanpa pernah kau tahu, bukan hal mudah bagiku mencegah diriku untuk bermimpi tentangmu.

Tanpa pernah kau tahu, aku menyukai segalanya tentangmu.

Tanpa pernah kau tahu, setiap hari aku selalu menemukan alasan untuk terus mengagumimu.

Tanpa pernah kau tahu, terlalu sulit bagiku mencari sebuah alasan untuk berhenti mengagumimu.

Tanpa pernah kau tahu, sudah terlalu sering aku memberi tahu hatiku di mana batasan yang seharusnya dalam mengagumimu.

Tanpa pernah kau tahu, setengah mati aku menahan rasaku agar ia tidak lebih dari rasa kagum kepadamu.

Tanpa pernah kau tahu, sebisa mungkin aku meyakinkan hatiku bahwa aku tidak jatuh cinta padamu.

Rasaku, Pentingkah?

Rasaku,,
masihkah???
Aku tidak tau harus menjawab ya atau menjawab tidak...
Karna aku bingung akan rasaku padamu...



Hufhh,,
Rasaku padamu...
Pentingkah untukmu tahu ??
Aku tidak berharap apapun akan jawabanmu...
Karena aku sama sekali tak punya hak untuk berharap..
Bukankah seorang pengagum rahasia tidak memiliki hak apa pun terhadap orang yang ia kagumi ??!
Jadi aku tidak perlu bersusah payah menguraikan rasaku..

Sudah pasti kalian tahu rasanya menunggu seseorang yang tak berharap kautunggu...
Kau tahu rasanya melihat orang yang kaucinta tersenyum tapi itu bukan karenamu...
Kau tentu tahu bagaimana rasanya semua itu.

Ya sudahlah, abaikan saja rasaku.
Toh bahkan selama ini kau sudah mengabaikan keberadaanku dengan begitu baik.
Aku yang ada di dekatmu tapi tak pernah kaucoba untuk melihatku.
Aku yang tak pernah melepaskanmu dari pandanganku tapi tak pernah sekalipun kau menatapku.
Aku yang selalu tersenyum tiap kali kebahagiaan menghampirimu tapi tak pernah sedikit pun kau berpikir tentang bahagiaku.

Namun, aku tidak akan pernah memintamu membuka mata lebar-lebar untuk melihat kehadiranku yang selama ini tak berarti bagimu.
Aku juga tak akan memintamu untuk menajamkan rasamu dan memekakan hatimu untuk dapat menyadari rasa yang tersembunyi untukmu.
Tidak. Tenang saja.

Sudah cukup bagiku berada di sini dengan takdirku untuk menaruh rasa padamu secara diam-diam.
Sudah cukup bagiku berada di sudut ini, yang membuatku tetap dapat menilik setiap langkahmu meskipun tak pernah mampu menyentuhmu.
Biarkan aku dengan rasaku.
Tinggalkan saja aku.
Dan kau tetap memiliki hak penuh atas rasamu padanya.