Teman dekatku, dulu..
Jika ingin kejam sebenarnya bisa kujelaskan panjang lebar kesalahanmu yang menciptakan memar di hatiku..
Tapi entahlah, biarkan hanya aku yang tau caramu menciptakan memar itu..
Orang-orang meyakinkanku bahwa memaafkan itu adalah hal yang penting..
Padahal kenyataannya, tidak semua orang pantas untuk menerima maaf.. Termasuk kamu..
Ah, mungkin bukan itu kata yang tepat untukmu..
Lebih tepatnya, memaafkanmu terlalu berat bagiku..
Memang benar kalau memaafkan adalah hal yang baik, bahkan perlu..
Namun kadang aku bertanya-tanya, sebegitu perlukah kamu menerima maaf dariku?
Aku tak mampu melupakan kesalahanmu..
Meski ada banyak cara untuk melepaskan amarah dan kesedihan, namun jika mengingat kembali apa yang kamu lakukan rasanya tak mampu hatiku untuk sekedar memaafkan..
Dan harus kamu ketahui,
Perlu waktu lama untuk aku bisa berdamai dengan memar yang kamu ciptakan di hatiku..
Memang, kita pernah berbagi suka dan tawa..
Namun tak seharusnya kamu bersikap seolah di antara kita tak pernah terjadi apa-apa..
Di depanku kamu terlihat biasa saja..
Kamu tidak menyesal atau memang bebal??
Kalau sudah begini masih haruskah kamu kumaafkan??
Terlepas dari canda tawa yang pernah kamu berikan, sama sekali tak pernah kamu tunjukkan sebuah penyesalan untuk kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan..
Sebenarnya kamu tak mengerti atau hanya pura-pura tak menyadari??
Untuk apa kamu kumaafkan jika upayamu saja tak terlihat untuk memperbaiki keadaan??
Aku tidak membutuhkan orang sepertimu dalam hidupku..
Begitu juga untukmu — sikap tak acuhmu padaku menunjukkan betapa tidak signifikannya pertemanan kita dulu..
Aku, sama sekali tidak perlu didampingi orang macam itu..
Hidup selalu berputar..
Dan aku percaya bahwa setiap perbuatan pasti akan ada balasannya..
Aku akan melupakanmu, karena aku tahu bahwa memaafkanmu terasa amat berat untuk diriku..
Lebih dari itu, aku sudah mampu untuk menilai siapa saja yang pantas untuk ada di dalam hidupku..
Tak semua orang berhak untuk tetap berada di dalam hidup kita, dan tak semua orang berhak untuk dimaafkan..
Karena memang di situlah batas diri kita untuk memberikan kelonggaran..