Selasa, 11 Agustus 2015

Surat Terbuka Untuk Kalian, Sosok Yang Pernah Jadi Teman Dekatku..

Hai kalian, 
Teman dekatku, dulu..
Jika ingin kejam sebenarnya bisa kujelaskan panjang lebar kesalahanmu yang menciptakan memar di hatiku..

Tapi entahlah, biarkan hanya aku yang tau caramu menciptakan memar itu..
 

Orang-orang meyakinkanku bahwa memaafkan itu adalah hal yang penting..
Padahal kenyataannya, tidak semua orang pantas untuk menerima maaf..  Termasuk kamu..
Ah, mungkin bukan itu kata yang tepat untukmu.. 

Lebih tepatnya, memaafkanmu terlalu berat bagiku..
Memang benar kalau memaafkan adalah hal yang baik, bahkan perlu.. 
Namun kadang aku bertanya-tanya, sebegitu perlukah kamu menerima maaf dariku? 

Aku tak mampu melupakan kesalahanmu..
Meski ada banyak cara untuk melepaskan amarah dan kesedihan, namun jika mengingat kembali apa yang kamu lakukan rasanya tak mampu hatiku untuk sekedar memaafkan..

Dan harus kamu ketahui,
Perlu waktu lama untuk aku bisa berdamai dengan memar yang kamu ciptakan di hatiku..

Memang, kita pernah berbagi suka dan tawa.. 

Namun tak seharusnya kamu bersikap seolah di antara kita tak pernah terjadi apa-apa..
Di depanku kamu terlihat biasa saja.. 

Kamu tidak menyesal atau memang bebal?? 
Kalau sudah begini masih haruskah kamu kumaafkan??

Terlepas dari canda tawa yang pernah kamu berikan, sama sekali tak pernah kamu tunjukkan sebuah penyesalan untuk kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan.. 

Sebenarnya kamu tak mengerti atau hanya pura-pura tak menyadari??

Untuk apa kamu kumaafkan jika upayamu saja tak terlihat untuk memperbaiki keadaan??

Aku tidak membutuhkan orang sepertimu dalam hidupku..
Begitu juga untukmu — sikap tak acuhmu padaku menunjukkan betapa tidak signifikannya pertemanan kita dulu.. 
Aku, sama sekali tidak perlu didampingi orang macam itu..
 

Hidup selalu berputar..
Dan aku percaya bahwa setiap perbuatan pasti akan ada balasannya..
Aku akan melupakanmu, karena aku tahu bahwa memaafkanmu terasa amat berat untuk diriku..
Lebih dari itu, aku sudah mampu untuk menilai siapa saja yang pantas untuk ada di dalam hidupku..

Tak semua orang berhak untuk tetap berada di dalam hidup kita, dan tak semua orang berhak untuk dimaafkan.. 

Karena memang di situlah batas diri kita untuk memberikan kelonggaran.. 

Memelihara kepercayaan yang telah diberikan oleh temanmu..


Peliharalah kepercayaan yang telah diberikan oleh teman dekatmu itu. Jangan pernah sekali-kali kamu mengobral rahasia temanmu pada orang lain.. Saling jaga rahasia, anggap saja antara kalian ada sebuah permainan yang hanya bisa dimainkan oleh kamu dan temanmu..

Senin, 10 Agustus 2015

Surat Terbuka Untuk AKU


Dear Aku...

Sengaja aku tuliskan surat ini, untuk diriku sendiri..
Iya surat untuk aku..

Mungkin terdengar aneh, namun mungkin dengan beginilah aku bisa sedikit sadar dan tidak keras kepala lagi..

Hei Aku, apa kabar?

Dalam surat ini, aku hanya ingin mengatakan kepadamu. tentang hal-hal sulit yang telah kamu lalui.
Mereka bicara banyak tentang pelajaran dan mendewasakan..
Mungkin sakit dan mungkin rasanya sudah ingin menyerah lebih awal..
Tapi percayalah bahwa ini hanya sementara dan suatu hari kamu akan tersenyum karena berhasil melaluinya dengan baik..

Tentang orang-orang yang biasa kamu andalkan, mereka akan meninggalkan..

Tenang dan tetaplah kuat. 
Ini adalah pelajaran bahwa manusia selalu mengecewakan, maka andalkanlah Tuhan.. 
Jika mereka melangkahkan kaki dari arena tempurmu, hadapilah sendiri, mungkin ini cara Tuhan menyeleksi, nanti juga kamu akan dapatkan pengganti..

Tentang peristiwa-peristiwa yang sulit kamu mengerti..

Lakukanlah bagianmu sesuai porsi, biar nanti bagian Tuhan yang akan melengkapi.. 
Ingatlah, kacamatamu berbeda dengan kacamata Tuhan. Apa yang tidak kelihatan, belum tentu tidak ada, kan? 

 Tetaplah kuat, selagi menjadi kuat adalah satu-satunya pilihan.

Mungkin, menerima keadaan adalah hal yang sulit..

Merelakan bagian-bagian yang hilang, mengikhlaskan kepergian, serta mengobati luka hati juga tak kalah sulitnya. 
Tapi jangan perlama penyembuhanmu. 
Cepatlah bangun dan bertindaklah, jangan sampai kamu dililit oleh keadaan sulit.

Dear Aku, 


Jika kini diizinkan mengalami, mungkin karena kamu dimampukan untuk melalui..
Jika kini diizinkan mengalami, mungkin supaya kamu bisa mencegah orang lain agar tak berada di posisi ini..
Jika kini diizinkan mengalami, mungkin agar kamu tak jatuh tiga kali..
Jika kini diizinkan mengalami, mungkin agar kamu lebih dulu memiliki 'obat' untuk esok hari..

Dear Aku, 
 
Aku sayang kamu..
Jaga dirimu baik-baik..
Ingatlah kehilangan adalah jembatan untuk menemukan sesuatu yang lebih baik.. 
Bersiaplah..