Al Qur'an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak
sekali sisi keajaiban. Salah satunya
adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu
kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 serta fenomena-fenomena alam ternyata telah dinyatakan
Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu.
Beberapa keajaiban-keajaiban Al-Qur'an tersebut antara lain:
“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti
kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka
sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu
kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala
sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)
Beberapa keajaiban-keajaiban Al-Qur'an tersebut antara lain:
Nebula yang dikenal dengan teory ledakan besar (big bang) adalah kumpulan 100 milyar galaksi yang berbentuk seperti bunga mawar. Ayat yang menjelaskan tentang fenomena nebula yaitu:
“Maka
apabila langit telah terbelah dan menjadi mawar merah seperti (kilapan)
minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Q.S.
Ar Rahmaan:37-38)
“Dan Dialah yang
telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing
dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al Anbiya: 33)
Bintang, planet, dan bulan berputar pada sumbunya dan dalam sistemnya, dan alam semesta yang lebih besar bekerja secara teratur. Semuanya bergerak pada orbit tertentu.
3. Kabut Asap di Indonesia
Kabut asap yang melanda Pulau Kalimantan dan Sumatera sudah berlangsung
sekitar empat bulan. Total lahan yang terbakar di dua wilayah tersebut
menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencapai 1,7
juta hektar.
Musibah ini menimbulkan kerugian besar bagi swasta dan pemerintah.
Berdasarkan data dari Center for International Forestry Research
(CIFOR), kerugian akibat kabut asap mencapai Rp200 trilliun. Jumlah ini
hanya perhitungan kasar dilihat dari dampak ekonomi, tanaman yang
terbakar, air tercemar, penerbangan dan juga korban jiwa.
Lantas benarkan asap ini merupakan faktor alam atau faktor kelalaian manusia saja? Ternyata musibah asap ini sudah dijelaskan dalam Alquran. Semua musibah dan bencana besar yang menimpa manusia selalu terkait dengan kekufuran atau keingkaran manusia. Dalam Al-Qur'an Surah At-Taghabun ayat 11 Allah SWT berfirman yang artinya,
"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali
dengan izin Allâh; barang siapa yang beriman kepada Allâh, niscaya Dia
akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allâh Maha Mengetahui
segala sesuatu."
Dalam QS. Ad-Dukhan ayat 9-11 Allah berfirman:
“(Mereka tidak meyakini
kebenaran yang dijelaskan kepada mereka), bahkan mereka masih tenggelam
dalam keraguan sambil bermain-main (Dalam Urusan Agama). Dan Tunggulah,
pada hari ketika langit membawa kabut asap yang tampak jelas. Yang
meliputi seluruh manusia dan inilah azab yang pedih”. (Q.S Ad-Dukhan
ayat 9-11)
4. Api di Dalam Laut

Baru-baru ini Discovery mempublikasikan video yang berisi munculnya sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava. Para ilmuwan menyelam ke dasar laut sedalam 1.750 kilometer di lepas pantai Miami. Sbagovich bersama kedua rekannya menggunakan kapal selam canggih yang kemudian beristirahat di batu karang dasar laut. Di dasar laut itulah, mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir ke arah retakan batu. Kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api didaratan, dan disertai dengan debu vulkanik layaknya asap kebakaran di daratan. Lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-luah, ia tidak bisa memadamkan api.
Allah berfirman dengan fenomena yang luar biasa ini, yang artinya:
"Ada laut yang di dalam tanahnya ada api," (QS. Ath-Thur ayat 6)
"Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali
orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah.
Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat
lautan," (HR Abu Daud)
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu.
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." [QS.
Ar-Rahman ayat 19-20]
Penelitian yang dilakukan oleh seorang Oceanografer asal Perancis ini mengungkap misteri dari surat Ar-Rahman ayat 19-20 tersebut. Peneliti bernama Jaques Yves Cousteau itu mengunkapkan bahwa penelitian tersebut dilakukan ketika ia dan tim melakukan eksplorasi bawah laut. Pada saat itu, ia menemukan bahwa ada kumpulan air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. Laut tersebut merupakan pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania. Pada saat menemukan hal menakjubkan tersebut, peneliti tersebut berujar, "'Seolah-olah ada dinding yang membatasi kedua aliran air itu," ujarnya. Karena penasaran, ia kemudian terus mencoba untuk menemukan apa yang membatasi dua lautan tersebut hingga tidak bercampur satu sama lain. Namun ia tidak pernah menemukan jawaban dari peristiwa ganjil tersebut.
6. Sungai di Dasar Laut
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini
tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara
keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Salah satu bukti dari keajaiban ini berawal dari penelitian seorang
ilmuwan yang mengemukakan adanya air tawar di dalam air asin ketika
sedang melakukan penyelaman. Pada awalnya, ilmuwan tersebut sama sekali
tak percaya bahwa Ia sedang menemukan air tawar yang dapat terpisah
dengan sendirinya di dalam lautan yang memiliki air asin. Namun ternyata
hal itu benar adanya. Ketika diselami lebih dalam lagi, ternyata di
dalam laut tersebut terdapat sungai yang memiliki air tawar. Meskipun
hal ini berhasil membuat para ilmuwan takjub akan keajaibannya, namun
ternyata ada sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai hal
ini.
Ketika air tawar tersebut tidak tercampur dengan air asin di bawah
kedalaman laut, logika manusia akan menyebutkan bahwa ada dinding yang
dibuat di antara kedua sumber air tersebut. Namun ternyata dinding
tersebut tak pernah dibuat oleh manusia. Kenyataannya ialah, ada semacam
dinding alami yang ternyata tak tertembus dan membuat air tawar dan air
laut itu menjadi tercampur. Dinding tersebut telah diciptakan oleh
Allah dan hal itu telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Tak hanya sekedar terpisah dari air asin secara alami, namun ada hal
lain yang menakjubkan dari fenomena sungai air tawar yang terdapat di
kedalaman laut. Namun, di sekitar tepian sungai air tawar tersebut,
ternyata ditumbuhi berbagai dedaunan yang terdapat di sepanjang
tepiannya. Seperti layaknya sungai air tawar yang terdapat di daratan,
berbagai jenis dedaunan tumbuh di sepanjang sungai air tawar tersebut da
menambah keindahan sungai air tawar di bawah laut tersebut.


