Hai kau..
Ini adalah sekelumit isi hatiku,
Atau anggap saja ini jawaban dari pertanyaan sebagian orang..
Pertanyaan yang biasanya hanya ku jawab dengan senyuman dan candaan..
Kita sama-sama tahu, adanya internet kadang membuat kita ingin membagi cerita-cerita di sosial media, entah itu kebahagiaan bersama keluarga, kegiatan sehari-hari, pertemuan dengan teman lama, atau kelelahan sehabis pulang kerja..
Tapi soal asmara, itu hal yang berbeda bagiku..
Sejak awal, aku berpandangan bahwa hubungan cinta adalah hal pribadi yang belum waktunya untuk dibagikan kepada semua orang..
Cukuplah keluarga yang mengetahuinya di dunia nyata..
Sepanjang kebersamaanku dengan sosok yang manapun, aku belum pernah membagikan foto berdua di sosial media...
Bahkan ada yang sama sekali tidak pernah berfoto bersama..
Maka jika kau mencari di sosial mediaku yang manapun, tidak akan pernah ada jejak tentang mereka, kecuali dalam tulisan-tulisan yang samar-samar..
Ya, tentu saja aku seperti orang kebanyakan yang ingin bercerita, sekedar membagikan apa yang sedang kurasakan – kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, kecemasan..
Dan aku memilih tulisan sebagai media, bukan foto atau mention mesra.
Kalau ada yang bertanya apakah aku tak punya keinginan memasang foto mesra, tentu saja kadang-kadang aku merasakannya..
Kadang – kadang aku ingin bicara..
Aku ingin memberitahu dunia..
Tapi keinginan itu cukup aku simpan dalam hati..
Hei, jangan bilan aku tertutup..
Kadang-kadang aku tetap membagi ceritaku kok..
Berbagi cerita melalui foto bunga, cokelat, dan boneka yang kau berikan, foto setengah tanganmu saat kita nongkrong atau melalui screencapture sepenggal puisi cinta yang ku ambil dari akun instagram..
Kukira, hanya dengan itu orang-orang pun tahu bahwa aku tengah jatuh cinta...
Mereka tidak perlu tahu kesulitan apa saja yang pernah ku hadapi, air mata ku yang pernah terjatuh, pertengkaran-pertengkaran kecil yang kadang terjadi, atau hal-hal kecil tapi manis yang pernah kau lalukan untukku..
Ya kan?
“Lalu kapan aku akan benar – benar memperkenalkanmu pada dunia?”
Suatu hari ya..
Suatu hari, tentu saja aku akan membagi sebuah cerita bahagia, jika waktu yang tepat telah tiba..
Aku akan memberitahu dunia tentang seraut wajah yang kucintai, tentang sesosok lelaki yang telah berani mengucap janji suci di depan Tuhan dengan menyebut namaku..
Tentang seorang lelaki yang telah sah untuk kusebut suami.
Saat itulah, aku akan membagikan wajahmu, wajah bahagia kita.
Kita..
Ya, kita..
Aku dan kau, lelaki pemberani yang kelak akan kubagi fotonya di sosial media..
