Senin, 19 Desember 2016

Untuk Kau, Lelaki yang Tak Pernah Kubagi Fotonya di Sosial Media



Hai kau..
Ini adalah sekelumit isi hatiku,
Atau anggap saja ini jawaban dari pertanyaan sebagian orang..
Pertanyaan yang biasanya hanya ku jawab dengan senyuman dan candaan..

Kita sama-sama tahu, adanya internet kadang membuat kita ingin membagi cerita-cerita di sosial media, entah itu kebahagiaan bersama keluarga, kegiatan sehari-hari, pertemuan dengan teman lama, atau kelelahan sehabis pulang kerja..
Tapi soal asmara, itu hal yang berbeda bagiku..
Sejak awal, aku berpandangan bahwa hubungan cinta adalah hal pribadi yang belum waktunya untuk dibagikan kepada semua orang..
Cukuplah keluarga yang mengetahuinya di dunia nyata..

Sepanjang kebersamaanku dengan sosok yang manapun, aku belum pernah membagikan foto berdua di sosial media...
Bahkan ada yang sama sekali tidak pernah berfoto bersama..
Maka jika kau mencari di sosial mediaku yang manapun, tidak akan pernah ada jejak tentang mereka, kecuali dalam tulisan-tulisan yang samar-samar..
Ya, tentu saja aku seperti orang kebanyakan yang ingin bercerita, sekedar membagikan apa yang sedang kurasakan – kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, kecemasan..
Dan aku memilih tulisan sebagai media, bukan foto atau mention mesra.

Kalau ada yang bertanya apakah aku tak punya keinginan memasang foto mesra, tentu saja kadang-kadang aku merasakannya..
Kadang – kadang aku ingin bicara..
Aku ingin memberitahu dunia..
Tapi keinginan itu cukup aku simpan dalam hati..

Hei, jangan bilan aku tertutup..
Kadang-kadang aku tetap membagi ceritaku kok..
Berbagi cerita melalui foto bunga, cokelat, dan boneka yang kau berikan, foto setengah tanganmu saat kita nongkrong atau melalui screencapture sepenggal puisi cinta yang ku ambil dari akun instagram..
Kukira, hanya dengan itu orang-orang pun tahu bahwa aku tengah jatuh cinta...
Mereka tidak perlu tahu kesulitan apa saja yang pernah ku hadapi, air mata ku yang pernah terjatuh, pertengkaran-pertengkaran kecil yang kadang terjadi, atau hal-hal kecil tapi manis yang pernah kau lalukan untukku..
Ya kan?

“Lalu kapan aku akan benar – benar memperkenalkanmu pada dunia?”
Suatu hari ya..
Suatu hari, tentu saja aku akan membagi sebuah cerita bahagia, jika waktu yang tepat telah tiba..
Aku akan memberitahu dunia tentang seraut wajah yang kucintai, tentang sesosok lelaki yang telah berani mengucap janji suci di depan Tuhan dengan menyebut namaku..
Tentang seorang lelaki yang telah sah untuk kusebut suami.
Saat itulah, aku akan membagikan wajahmu, wajah bahagia kita.
Kita..
Ya, kita..
Aku dan kau, lelaki pemberani yang kelak akan kubagi fotonya di sosial media..

Minggu, 27 Maret 2016

Hai Kamu, Ini Tentangmu Lagi


Malam ini aku ingin menulis lagi tentangmu...
Tunggu... Jangan dulu protes...
Aku menulis ini bukan karena aku merindukanmu...
Bukankah sudah pernah aku tulis kalau rinduku sudah hilang tak berjejak??
Merindukanmu saja aku sudah lupa rasanya..
Jadi jangan kau pikir, dengan masih menulis tentangmu, itu artinya aku masih menyimpan secercah asa untukmu...
Sudah tak ada lagi..

Namamu masih jadi salah satu nama yang selalu aku sebut saat aku menengadahkan tanganku padaNya...
Kamu juga masih menjadi sosok yang spesial untukku...
Mungkin tak ada lagi sosok spesial lain yang bisa menggantikan posisimu...
Tapi jangan dulu berbesar kepala saat kau membaca rangkaian kata dalam kalimat yang aku tulis tentangmu ini...
Namamu memang masih jadi salah satu nama yang selalu aku sebut saat aku menengadahkan tanganku padaNya...
Tapi dengan doa yang berbeda dari doaku tahun tahun yang lalu..
Aku sangat sangat berterimakasih padamu dan padanya..
Kini aku mendoakan kebahagiaanmu dengannya...

Kau memang spesial...
Kau adalah teman tumbuh di masa laluku..
Kau spesial karena kau turut andil dalam membentukku menjadi wanita yang tangguh..
Peranmu dalam hal ini sangat banyak...
Aku rasa, hanya darimu aku mendapatkan kedewasaan, kemandirian, keikhlasan, kelegowoan, ketangguhan, kemarahan, kesedihan, kebahagiaan, kekuatan, dalam satu waktu yang sama...
Tak ada teman masa laluku yang memberikanku sepaket tawa dan tangis seperti dirimu...
Itulah mengapa kau ku sebut spesial...

Aku sampai lupa menanyakan kabarmu...
Apa kabar kamu?
Apa kau masih suka makan nasi putih dengan porsi yang banyak?
Bagaimana kehidupanmu?
Sudah bahagiakah?
Apakah kau juga masih terbiasa mengendarai motormu tanpa menggunakan jaket??

Ohh iya, seharusnya tak perlu aku bertanya sedetail ini atau mengkhawatirkanmu..
Bukankah sekarang sudah ada sosoknya?
Bagaimana keadaanya?
Baik-baik kah keadaan teman ku itu?
Apakah dia memperlakukanmu dengan baik?
Pasti dia memperlakukanmu dengan sangat baik..
Aku sudah mengenalnya..
Bahkan aku sangat dekat dengannya dulu..
Dia cantik dan sangat jago masak.. hahaha.. berbeda ya denganku..

Tenang saja, aku tak akan menganggu kebahagiaan kalian berdua..
Aku tak akan datang ke hadapannya untuk mengoyak tubuhnya atau malah mencincang dagingnya untuk aku buat bakso...
Aku juga tak akan menyiram wajahmu dengan air keras...
Atau meracuni minumanmu dengan sianida atau sejenisnya...
Tenang saja...
Aku tak sejahat itu..
Aku tak akan bertindak serendah itu meski kau dan dia sudah merendahkanku..

Sekali lagi aku ulang, aku menyapamu bukan karena aku merindukanmu..
Aku hanya ingin menyampaikan, mimpiku yang mungkin pernah aku sampaikan sudah mulai aku dapatkan satu per satu, dengan kerja keras dan usahaku sendiri...
Kamu bangun saja kehidupanmu bersamanya...
Konsentrasilah membangun setiap detail kehidupanmu...
Berhati-hati jangan sampai kau berjalan dan tersandung batu karang...
Batu karang yang tumbuh dari kerikil-kerikil yang sempat kau taburkan pada jalan hidupku...
Hiduplah dengan baik bersamanya...
Berhati-hatilah agar negaramu nanti tak terguncang gempa atau malah habis tak bersisa di gulung tsunami...
Aku hanya ingin mengingatkanmu agar kau mencoba berpikir dan menyadari, bahwa DIA memunculkan gempa atau tsunami itu karena sebuah sebab...
Karena bisa saja, sakit hatiku dapat menjadi salah satu penyebab gempa dan tsunami yang akan menghampiri kehidupan yang sedang kau bangun bersamanya..

Salam dariku

Jumat, 22 Januari 2016

Dear Jodohku di Masa Depan


 

Dear Jodohku di masa depan…
Mungkin sekarang aku tidak tau kamu dimana dan sedang apa...
Mungkin juga aku tidak tau kamu siapa..
Bila kamu sedang bersama orang lain diluar sana, cepatlah sadar bahwa bukan dia jodohmu, tapi aku..
Tapi bila kamu adalah yang sedang bersama denganku sekarang, bacalah ini baik-baik...
Aku ingin memberitahu beberapa hal kepadamu..
Insyaallah aku akan jadi istri yang terbaik untukmu..
Aku akan memenuhi semua yang kamu mau dan yang kamu butuhkan.. 
Tapi sebelum itu, izinkan aku mengejar karierku yang sudah aku tekuni sebelum aku berada satu rumah bersamamu... 
Izinkan aku mengejar hal-hal yang belum sempat aku dapatkan..
Namun, aku berjanji, aku akan berangkat kerja atau mengurus pekerjaanku setelah kamu pergi kekantor dan setelah aku membereskan pekerjaan rumah..
Dan aku juga akan usahakan pulang sebelum kamu sampai dirumah.. 

Dear Jodohku di masa depan…
Tenang saja, Insyaallah  aku tidak akan menggunakan jasa pembantu yang akan mengorek dalam kantongmu..
Ingat, aku bekerja bukan karena gajimu tidak cukup..
Aku yakin bahwa nanti gajimu lebih dari cukup untuk menghidupi ku, tapi jangan paksa aku meninggalkan hal-hal yang sudah aku perjuangkan sebelum aku bersama mu...

Dear Jodohku di masa depan…
Ingatlah, aku adalah tipe orang yang tidak bisa tidur dalam keadaan gelap, tapi jika kamu selalu tidur dalam keadaan gelap, aku tidak masalah, jangan nyalakan lampunya..
Peluk aku sebelum tidur hingga aku telah tidur terlelap..
Aku akan membangunkan mu shalat subuh bersama setiap pagi, lalu aku akan memasak sarapan buatmu..
Mungkin aku tidak pandai memasak.. 
Namun, aku masih bisa membuka tutorial youtube, aku akan belajar memasak sedikit demi sedikit...
Tenang aja, aku tidak akan selalu memesan delivery yang lagi lagi akan mengorek kantongmu...
Jangan kaget bila mungkin nanti ada saat dimana aku hanya stay at bed all the time and listen the music..

Dear Jodohku di masa depan…
Mungkin nanti jika aku hamil, aku akan keluar dari karierku saat kandunganku sudah sangat besar dan semakin menyiksaku... 
Tapi itu tidak menandakan bahwa aku akan diam saja dirumah menunggu gaji mu turun tiap bulan...
Izinkan aku membuka usaha, biar orang lain yang mengurus dan aku yang memantau...

Dear Jodohku di masa depan…
Aku harap kita punya anak kembar ya... ha-ha-ha 
Maaf ya bila nanti saat hamil aku jarang membersihkan rumah...
Maaf bila saat kehamilanku besar nanti aku jarang memasak dan mengharuskan kamu mengorek kantongmu untuk beberapa makanan...
Maaf juga bila aku nanti akan merepotkan mu dengan keinginan-keinginan aneh..
Dear Jodohku di masa depan…
Pernikahan bukan hanya perkara 1 bulan 2 atau 3 bulan tapi selamanya...
Aku tidak mau terjadi perceraian.. 
Bila kita bertengkar, sampaikan apa yang kita ingin sampaikan, jangan menahan... 
Selesaikan dengan cara baik dan memaafkan...
Bila suatu saat tiba-tiba aku diam terhadapmu, itu menandakan ada sikapmu yang membuat aku kecewa..
Aku akan menjaga jarak dari mu, hanya untuk beberapa saat..
Itu aku lakukan hanya untuk menahan diriku untuk tidak mengeluarkan kata-kata tak berguna..
Bila emosiku sudah tenang, tenang saja aku akan membicarakannya..
Namun berjanjilah, semenyebalkan apapun aku, jangan sekali-kali cuekin aku!!!
Jangan pernah mengabaikanku..

Dear Jodohku di masa depan…
Jangan sesekali membawa pekerjaan kantor mu kerumah...
Rumah adalah tempatmu beristirahat bersamaku dan anak anak...
Lagi pula kamu tidak digaji untuk lembur-di-rumah-mu itu..
Jangan mengabaikanku jika ada masalah kantor...
Berkeluh kesah lah kepadaku jika perlu, karena aku termasuk orang yang setia mendengarkan cerita, apapun ceritanya dan tidak akan bocor (karena kamu tau kan kalau aku orangnya pelupa.) ha-ha-ha
Aku akan berusaha memberimu saran terbaik... 

Dear Jodohku di masa depan…
Dan Mari kita rencanakan pergi keluar seminggu sekali...
Entah ke wahana rekreasi atau sekedar ke mall atau bahkan sekedar lari pagi..
Jangan mentang-mentang kita sudah berada serumah dan kau berhenti mengajak ku jalan keluar...
Tetaplah romantis karena aku menyukai pria yang manis...
Berilah aku bunga dan kejutan yang buat kita semakin dekat...
Dear Jodohku di masa depan…
Izinkan aku mengunjungi orang tuaku kapanpun aku mau...
Karena aku tidak akan mengizinkan mereka berteman dengan kesepian..
Izinkan juga mereka beberapa kali bermain kerumah kita..
Tenang saja, akupun akan mengurus kedua orang tua mu...
Aku pun akan mengunjungi mereka bersama cucu cucu mereka...
 
Dear Jodohku di masa depan…
Marilah kita rajin menuntut ilmu, menghasilkan uang yang banyak nantinya agar bisa membelikan apa yang anak kita minta dan menyekolahkan dimanapun yang anak kita mau...
Jangan biarkan anak kita terhambat karena biaya...

Dear Jodohku di masa depan…
Berhati-hatilah dan rawatlah dirimu saat ini...
Semoga Allah SWT segera menyatukan kita..
Aamiin..