Malam ini aku ingin menulis lagi
tentangmu...
Tunggu... Jangan dulu protes...
Aku menulis ini bukan karena aku
merindukanmu...
Bukankah sudah pernah aku tulis
kalau rinduku sudah hilang tak berjejak??
Merindukanmu saja aku sudah lupa
rasanya..
Jadi jangan kau pikir, dengan masih
menulis tentangmu, itu artinya aku masih menyimpan secercah asa untukmu...
Sudah tak ada lagi..
Namamu masih jadi salah satu nama
yang selalu aku sebut saat aku menengadahkan tanganku padaNya...
Kamu juga masih menjadi sosok yang
spesial untukku...
Mungkin tak ada lagi sosok spesial
lain yang bisa menggantikan posisimu...
Tapi jangan dulu berbesar kepala
saat kau membaca rangkaian kata dalam kalimat yang aku tulis tentangmu ini...
Namamu memang masih jadi salah satu
nama yang selalu aku sebut saat aku menengadahkan tanganku padaNya...
Tapi dengan doa yang berbeda dari
doaku tahun tahun yang lalu..
Aku sangat sangat berterimakasih
padamu dan padanya..
Kini aku mendoakan kebahagiaanmu
dengannya...
Kau memang spesial...
Kau adalah teman tumbuh di masa
laluku..
Kau spesial karena kau turut andil
dalam membentukku menjadi wanita yang tangguh..
Peranmu dalam hal ini sangat
banyak...
Aku rasa, hanya darimu aku
mendapatkan kedewasaan, kemandirian, keikhlasan, kelegowoan, ketangguhan,
kemarahan, kesedihan, kebahagiaan, kekuatan, dalam satu waktu yang sama...
Tak ada teman masa laluku yang
memberikanku sepaket tawa dan tangis seperti dirimu...
Itulah mengapa kau ku sebut
spesial...
Aku sampai lupa menanyakan kabarmu...
Apa kabar kamu?
Apa kau masih suka makan nasi putih
dengan porsi yang banyak?
Bagaimana kehidupanmu?
Sudah bahagiakah?
Apakah kau juga masih terbiasa
mengendarai motormu tanpa menggunakan jaket??
Ohh iya, seharusnya tak perlu aku
bertanya sedetail ini atau mengkhawatirkanmu..
Bukankah sekarang sudah ada
sosoknya?
Bagaimana keadaanya?
Baik-baik kah keadaan teman ku itu?
Apakah dia memperlakukanmu dengan
baik?
Pasti dia memperlakukanmu dengan
sangat baik..
Aku sudah mengenalnya..
Bahkan aku sangat dekat dengannya
dulu..
Dia cantik dan sangat jago masak..
hahaha.. berbeda ya denganku..
Tenang saja, aku tak akan menganggu
kebahagiaan kalian berdua..
Aku tak akan datang ke hadapannya
untuk mengoyak tubuhnya atau malah mencincang dagingnya untuk aku buat bakso...
Aku juga tak akan menyiram wajahmu
dengan air keras...
Atau meracuni minumanmu dengan
sianida atau sejenisnya...
Tenang saja...
Aku tak sejahat itu..
Aku tak akan bertindak serendah itu
meski kau dan dia sudah merendahkanku..
Sekali lagi aku ulang, aku
menyapamu bukan karena aku merindukanmu..
Aku hanya ingin menyampaikan,
mimpiku yang mungkin pernah aku sampaikan sudah mulai aku dapatkan satu per
satu, dengan kerja keras dan usahaku sendiri...
Kamu bangun saja kehidupanmu
bersamanya...
Konsentrasilah membangun setiap
detail kehidupanmu...
Berhati-hati jangan sampai kau berjalan
dan tersandung batu karang...
Batu karang yang tumbuh dari
kerikil-kerikil yang sempat kau taburkan pada jalan hidupku...
Hiduplah dengan baik bersamanya...
Berhati-hatilah agar negaramu nanti
tak terguncang gempa atau malah habis tak bersisa di gulung tsunami...
Aku hanya ingin mengingatkanmu agar
kau mencoba berpikir dan menyadari, bahwa DIA memunculkan gempa atau tsunami
itu karena sebuah sebab...
Karena bisa saja, sakit hatiku dapat
menjadi salah satu penyebab gempa dan tsunami yang akan menghampiri kehidupan
yang sedang kau bangun bersamanya..
Salam dariku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar