Minggu, 27 Maret 2016

Hai Kamu, Ini Tentangmu Lagi


Malam ini aku ingin menulis lagi tentangmu...
Tunggu... Jangan dulu protes...
Aku menulis ini bukan karena aku merindukanmu...
Bukankah sudah pernah aku tulis kalau rinduku sudah hilang tak berjejak??
Merindukanmu saja aku sudah lupa rasanya..
Jadi jangan kau pikir, dengan masih menulis tentangmu, itu artinya aku masih menyimpan secercah asa untukmu...
Sudah tak ada lagi..

Namamu masih jadi salah satu nama yang selalu aku sebut saat aku menengadahkan tanganku padaNya...
Kamu juga masih menjadi sosok yang spesial untukku...
Mungkin tak ada lagi sosok spesial lain yang bisa menggantikan posisimu...
Tapi jangan dulu berbesar kepala saat kau membaca rangkaian kata dalam kalimat yang aku tulis tentangmu ini...
Namamu memang masih jadi salah satu nama yang selalu aku sebut saat aku menengadahkan tanganku padaNya...
Tapi dengan doa yang berbeda dari doaku tahun tahun yang lalu..
Aku sangat sangat berterimakasih padamu dan padanya..
Kini aku mendoakan kebahagiaanmu dengannya...

Kau memang spesial...
Kau adalah teman tumbuh di masa laluku..
Kau spesial karena kau turut andil dalam membentukku menjadi wanita yang tangguh..
Peranmu dalam hal ini sangat banyak...
Aku rasa, hanya darimu aku mendapatkan kedewasaan, kemandirian, keikhlasan, kelegowoan, ketangguhan, kemarahan, kesedihan, kebahagiaan, kekuatan, dalam satu waktu yang sama...
Tak ada teman masa laluku yang memberikanku sepaket tawa dan tangis seperti dirimu...
Itulah mengapa kau ku sebut spesial...

Aku sampai lupa menanyakan kabarmu...
Apa kabar kamu?
Apa kau masih suka makan nasi putih dengan porsi yang banyak?
Bagaimana kehidupanmu?
Sudah bahagiakah?
Apakah kau juga masih terbiasa mengendarai motormu tanpa menggunakan jaket??

Ohh iya, seharusnya tak perlu aku bertanya sedetail ini atau mengkhawatirkanmu..
Bukankah sekarang sudah ada sosoknya?
Bagaimana keadaanya?
Baik-baik kah keadaan teman ku itu?
Apakah dia memperlakukanmu dengan baik?
Pasti dia memperlakukanmu dengan sangat baik..
Aku sudah mengenalnya..
Bahkan aku sangat dekat dengannya dulu..
Dia cantik dan sangat jago masak.. hahaha.. berbeda ya denganku..

Tenang saja, aku tak akan menganggu kebahagiaan kalian berdua..
Aku tak akan datang ke hadapannya untuk mengoyak tubuhnya atau malah mencincang dagingnya untuk aku buat bakso...
Aku juga tak akan menyiram wajahmu dengan air keras...
Atau meracuni minumanmu dengan sianida atau sejenisnya...
Tenang saja...
Aku tak sejahat itu..
Aku tak akan bertindak serendah itu meski kau dan dia sudah merendahkanku..

Sekali lagi aku ulang, aku menyapamu bukan karena aku merindukanmu..
Aku hanya ingin menyampaikan, mimpiku yang mungkin pernah aku sampaikan sudah mulai aku dapatkan satu per satu, dengan kerja keras dan usahaku sendiri...
Kamu bangun saja kehidupanmu bersamanya...
Konsentrasilah membangun setiap detail kehidupanmu...
Berhati-hati jangan sampai kau berjalan dan tersandung batu karang...
Batu karang yang tumbuh dari kerikil-kerikil yang sempat kau taburkan pada jalan hidupku...
Hiduplah dengan baik bersamanya...
Berhati-hatilah agar negaramu nanti tak terguncang gempa atau malah habis tak bersisa di gulung tsunami...
Aku hanya ingin mengingatkanmu agar kau mencoba berpikir dan menyadari, bahwa DIA memunculkan gempa atau tsunami itu karena sebuah sebab...
Karena bisa saja, sakit hatiku dapat menjadi salah satu penyebab gempa dan tsunami yang akan menghampiri kehidupan yang sedang kau bangun bersamanya..

Salam dariku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar