Sabtu, 25 November 2017

Yang Biasa Saja tapi Istimewa..

Hai haiii...
Detik ini, menit ini..
Aku sanggaatt bahagia..

Ini tentang dia..
Dia si Tuan Teka Teki..
Eh aku belum pernah membahasnya disini..
Lain kali akan kubahas tentangnya..
Lain kali saja..

Sudah tau kan, aku wanita yang sangat tidak mudah percaya pada orang..
Siapa pun orang itu..
Tapi kali ini, si Tuan berbuat suatu hal yang tidak pernah dia lakukan..
Sesuatu hal itu cuma hal biasa menurut kalian..
Tapi bagiku luar biasa..
Mungkin menurut kalian aku lebay..
Terserah apa kata kalian..
Yang aku tau, karna hal itu, hatiku bahagia sekali..

Apa sih yang membuat aku sangat bahagia begini?
Ketika dia sibuk dengan temannya, dia menghubungiku..
Tapi bukan itu yang membuatku sebahagia ini..
Dia..
Ketika tidak bisa membalas chat dengan cepat,
Dia menyuruhku menunggu..
Dan tanpa ku minta, dia mengirim foto kegiatannya padaku..
Bukti bahwa dia sedang benar benar melakukan kegiatan itu..
Bukti agar aku tidak menunggu balasannya dan segera tidur..
Bukti bahwa dia ingin aku benar benar percaya padanya..

Hal biasa kan itu?
Tapi menurutku itu luar biasa..
Pria cuek mana yang bahkan bukan siapa siapamu sampai segitunya mengirim foto kegiatannya..
Padahal tanpa foto itu pun aku percaya, dan tanpa foto itupun kalau aku ngantuk bakal tidur juga..
Padahal tanpa foto itu pun aku juga tak menunggunya, aku cuma belum ngantuk saja..

Tapi karna hal itu,
Hatiku seperti disentuhnya..
Seketika ingin memeluknya..
Seketika menginginkan dia di hidupku..
Tapi aku takut..
Takut jika bukan dia yang Tuhan pilihkan untukku..
Takut jika bukan dia Imam yang di tuliskan Tuhan untuk melengkapi hidupku..
Takut jika harapanku sia sia saat Tuhanku berkata 'Tidak, bukan dia yang terbaik untukmu'..
Aku takut..
Sungguh takut..
Karna aku pernah menjatuhkan hati pada sosok lain sebelum ini..
Dan Tuhanku berkata 'Bukan dia'..
Hingga aku terluka sangat dalam..

Tuhan..
Jika memang dia yang Kau sandingkan dengan ku..
Dekatkan dan segera satukan kami..
Karna aku malu dengan umurku jika jatuh cinta main main lagi..
Tapi jika tidak Kau persatukan kami..
Tolong Tuhan, rasa ini juga dihilangkan..
Agar meskipun tidak berjodoh, kita bisa jadi teman baik, tanpa ada rasa dalam dada ku ini lagi..
Karna hanya Kau lah yang Maha Membolak Balikkan hati manusia..

Sabtu, 18 November 2017

Kamu dan Aku. Bukan Kita.

Mencintaimu, adalah cara terindah untuk menghancurkan hati.

Seuntai kata yang sangat tak ingin didengar bagi mereka yang benar-benar mencinta adalah: Patah hati...
Dan tak ada patah hati yang teramat sakit ketika yang mematahkannya adalah seseorang yang benar-benar hanya dicintai...
Maksudku adalah, aku yang hanya mencintaimu...
Dan kau yang tidak mencintaiku...
Lalu aku patah hati...
Sedang kau baik-baik saja.

Yang kutahu, segala sesuatu yang patah dan pecah, selalu menimbulkan suara gaduh...
Tapi kenapa saat hati ini patah hingga pecah, tak ada suara yang kudengar?
Mungkinkah kau yang pandai untuk melukai hati ini?
Atau akunya saja yang terlalu tuli bahwa perasaan ini sudah dihancurkan sedemikian indahnya olehmu?
Semua memang penuh tanya..
Juga tanya perihal mengapa kau begitu sangat kucintai...

Kadang aku berpikir, kau itu seperti lautan luas di luar sana..
Tak peduli seberapa besar aku hujani kau dengan air hujan ini, tetap saja kau tampak biru...
Sedang aku, sehabis menghujani kau, aku akan berubah menjadi putih dan justru akulah yang membiru...
Seolah, aku melakukan sesuatu yang sampai kapanpun tak akan membuahkan hasil positif.

Beberapa orang menganggap aku ini payah dalam mengejarmu..
Hanya mampu bersembunyi dibalik kata-kata yang terkesan penuh bualan..
Tak jarang aku mendengar kata-kata sindiran perihal ketidakgunaanku untuk mengejarmu sejauh ini..
Lalu terdengar tawa dari mereka, sebab mereka menyuruhku untuk menyerah dan mengakhiri ini semua..
Dan aku tertawa kemudian, karena aku tidak ingin menyerah begitu saja..
Lalu kami tertawa, tanpa pernah tahu apa penyebabnya..

Tidak peduli seberapa keras sebuah usaha, di dunia ini, ada yang memang tidak ditakdirkan untuk kita.

Satu waktu aku sadar..
Aku berhenti untuk mengejarmu..
Aku berhenti dari usaha untuk mendapatkan cinta darimu..
Aku tengok ke belakang, dan kulihat sudah segumpal luka yang kutanggung berkatmu..
Aku menyerah?
Bukan!
Nggak ada ceritanya aku menyerah..
Aku tidak menyerah..
Melainkan, aku sudah mencapai garis akhir..

Tidak mudah memang..
Tapi, hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa melihatmu berdiri bersama sang pemenang, kan?
Bisa melihatmu berdiri bersama seseorang yang kau cintai, dan juga mencintaimu..
Iya, mengejarmu, sama halnya dengan sebuah perlombaan lari jarak jauh...
Dan aku kalah..

Kuharap kau melihat tepuk tangan ini.. Kuharap kau melihat air mata ini.. Kuharap kau melihat cucuran luka ini.. Kuharap, kau mau untuk melihat satu atau dua detik ke arahku..
Lalu akan kubiarkan kau bersenang-senang dengan orang yang kau cintai..

Sedang aku,
Biarkan langit ini menjadi saksi tentang seseorang yang sudah setengah nyawa mengejarmu, tapi tak pernah dihargai sedikitpun..
Bahkan di saat ini, kuharap langit menumpahkan seisi airnya, hanya untuk menyamarkan kesedihanku ini..

Aku hanya berharap..
Kelak di masa depan, ada seseorang yang mau menceritakan kisahku dalam mengejar seseorang yang kucintai, kepada banyak orang, dan menyebutnya sebagai: Dongeng.

Kau bukanlah orang yang tidak baik. Hanya saja, aku dan kamu tidak tepat untuk menjadi kita.

Surat Terbuka Untuk Masa Laluku


Haii..
Surat ini kutulis kala usiaku sudah bisa dikatakan dewasa..
Di usia yang sudah berkepala dua di depannya..
Bagi sebagian orang, menyebutkan bahwa di usia ini aku sudah bisa dikatakan mandiri secara finansial karena aku bukan lagi anak yang masih meminta bantuan dari orangtua kecuali perhatian dan kasih sayang..

Nah, di surat terbukaku ini, aku peruntukkan untuk masa lalu ku..
Teruntuk hal yang aku panggil masa lalu..
Yang sudah membuat aku menjadi aku yang saat ini..
Sebelumnya aku ingin berucap terima kasih..
Karenamu aku bisa mandiri dan sedikit dewasa seperti saat ini..
Dan aku pun minta maaf tidak bisa membuatmu menjadi kenangan yang baik untuk aku kenang...

Maaf..
Aku banyak menorehkan luka hitam di tubuhmu..
Aku banyak menumpahkan tinta hitam di kertasmu..
Dan aku banyak mencabik paksa di kainmu..
Sehingga bila kini luarku terlihat sempurna tapi aku tetap tidak bisa menyembunyikan kamu masa laluku..

Bayangmu selalu menghantui perjalanku..
Bukan aku ingin menambah tinta hitam di kertasmu lagi, tapi terkadang aku ingin saja hilang ingatan agar aku tidak ingat betapa kejamnya aku merusakmu..
Sebagaimana pun aku hapus kertasmu hal itu tetap saja membekas dan tampak semakin jelas..

Duhai kamu masa lalu ku...
Kadang aku memohon dan berfikir bisakah kita berdamai untuk masa depan kita? 
Bisakah kamu aku jadikan hanya sebagai cermin agar aku tidak lagi melakukan kesalahan yang sama?
Sanggupkah aku membuatmu bahagia di suatu masa? 
Kala ada suatu kertas pelangi yang mau menambah coraknya dengan kehadiran kertas hitam sepertimu! 
Kamu yang tidak lain adalah masa laluku dan itu adalah aku sendiri!

Duhai masa lalu bisa kah kita berjalan seiring saling berpegang tanpa merubah hal di masa depan menjadi sama buruk dan kelamnya seperti kita? 
Duhai masa laluku..
Semoga suatu waktu aku bisa berdamai dengan mu..

Kita Sedang Apa Sih?


Perhatian??
Ya, dia selalu perhatian..
Makan bareng sampai kenalan di keluarga masing masing sudah dilakukan..
Tapi kita nggak pacaran...
Kenapa?
Karena dia lagi-lagi seperti nggak ada niat buat mengungkapkan cintanya..
Teman dan keluarga bahkan sudah mengira kita pacaran...
Padahal kenyataannya kita hanya teman biasa..

Sakit?
Banget..
Tapi sakit ini tambah sakit lagi kalau nggak tahu alasannya dia nggak mau ungkapkan cinta...
Mau bertanya takut sakit hati, diam saja juga sama sakitnya..
Balas chat rajiiin banget..
Bahkan sampai kita nggak pernah kehilangan topik menarik...
Tapi ya demikian, nggak ada sama sekali itikad serius untuk mengungkapkan cinta..
Entah dia mati rasa atau memang nggak ada niat buat ungkapkan cinta...
Terserah saja semoga yang dijalani ini ada baiknya...
Bagaimana dengan acara nongkrong dan jalan berdua?
Itu sudah biasa dilakukan..
Acara makan bareng, nongkrong asyik berduaan sudah pernah dijalani bahkan terbilang intens...

Capek?
Iya capek banget nunggu yang gak jelas gini..
Setiap hari nunggu dia nyatakan cinta..
Meskipun nggak ada sama sekali tanda-tanda dia mau jalani hubungan yang nggak jelas ini lebih serius lagi...


Entah kenapa, status pacaran jadi sangat penting bagiku..
Rasanya pengen dimiliki biar tenang dan nyaman..
Sakitnya menusuk banget tiap dikenalin selalu atas nama “teman”...
Teman macam apa yang sering ucapin “met bobo”!?
Kalau memang teman harusnya dia jaga sikap biar nggak bikin baper kan..
Sering banget dia bikin jantung berdebar keras kala dia diam seperti ada hal yang perlu diomongin..
Setelah ditungguin lamaaa dianya diam saja malah nggak ada ucapan sama sekali...
Perilaku dan sikapnya sudah dibilang mirip orang pacaran, bedanya ini tipikal yang mati rasa, yang pura-pura nggak tahu perasaan cewek...
Menyebalkan banget emang!
Tapi terlanjur sayang, gimana dong..

 
Hubungan ini sepertinya nggak akan berhasil kalau hanya dengan doa.. Memang harus berani menanyakan hal ini ke dianya..
Kalau hanya diam saja pasti nggak akan menyelesaikan keresahan, apalagi dia sepertinya mudah banget dekat dengan cewek..

Semoga semua yang menjadi harapan bisa bertemu dengan kenyataan...
Lebih baik berteman daripada digantung terus-terusan, batin terkoyak cinta pun enggan melekat...

Selasa, 14 November 2017

Kamu Kamu Lagi dan Lagi


Hai..
Kali ini tentang kamu lagi..
Kamu yang dengan mudah nya memasuki hatiku..
Mungkin ini bukan semua tentang kamu, tapi lebih tepatnya tentang kesalahanku..
Kamu tau kan, seorang wanita selalu butuh teman cerita?
Ya aku merasa aku mendapatkannya..
Tapi dari situlah kesalahanku (lagi)..
Kenapa (lagi)?
Karna dulu juga pernah seperti ini..
Walau tidak se ekstrim dulu, tapi cukup menyesalkan..

Aku menceritakan seperempat kisahku padanya, berharap dia punya solusi untuk kita..
Ya kita, aku dan kamu..
Aku menceritakannya bagaimana hari hariku denganmu..
Bagaimana caramu menemaniku..
Bagaimana tangisku pecah saat itu..
Bagaimana aku disalahkan karnamu.. 

Itulah kesalahanku..
Dia kini dekat denganmu..
Entah apa yang dikatakannya padamu, hingga aku merasa kamu menjauhiku..
Kamu kini berbeda..
Bukan kamu yang aku kenal dulu..
Bukan kamu yang menenangkanku..
Bukan kamu yang mampu membuat aku menceritakan semua kisah kisahku..
Bukan kamu yang jauh jauh kerumahku hanya untuk mengajakku keliling kota bersepeda..
Bukan kamu yang dengan sapaan hai saja bisa membuatku tersenyum.. 

Ya, kamu sekarang bukanlah kamu yang ku mau..
Kamu berubah..
Kamu berbeda, sangat berbeda..
Kamu kembali lagi seperti dulu..
Kamu bukan lagi kamu ku.. 

Aku rindu..
Aku rindu kamu ku..
Sangat rindu..
Sangat sangat rindu.. 

Sekarang terserah bagaimana jalannya..
Kelak jika kita memang bisa bersatu atas restu Nya, aku akan menceritakan semua yang aku rasakan ini..
Betapa sangat menyakitkannya saat ini..
Tapi jika ternyata kamu bukan takdirku, aku akan menyimpan kisah ini di sini saja..
Walau aku sangat berharap, namamulah yang ditulis Tuhan sebagai takdirku..
Dan bagaimanapun kisah nya, semoga inilah yang terbaik..
Karna aku yakin, apapun kisah hidupku yang ditulis Tuhan, selalu yang berakhir baik dan indah..
Karna Tuhanku Maha Tau skenario terbaik untuk hambaNya..

Minggu, 12 November 2017

Surat Terbuka untuk Kamu


Assalamualaikum..
Hai kamu.. 
Apa kabar?
Semoga kamu selalu baik baik saja.. 

Kamu tau, sebenarnya aku bukan tipe gadis yang semudah itu menerima seseorang di hatiku..
Aku sangat tidak mudah jatuh hati pada siapapun..
Tapi kali ini berbeda..
Kamu,
Entah bagaimana caramu, dengan waktu singkat kamu dengan sangat mudah mendapatkan hatiku..
Kamu mampu membuatku bahagia saat namamu muncul di layar handphone ku..
Membuatku gak sabar untuk dapat menemuimu..
Membuatku nyaman saat mendengar suaramu..
Membuatku gak pernah bosan mendengar ceritamu..

Dan kamu tau, itulah awal dari kesalahanku..
Kini, aku benci pada diriku sendiri..
Kenapa?
Karena bahagiaku bergantung pada pesan singkat darimu..
Aku benci pada diriku, karena kenyamananku bergantung pada hadirmu..
Aku benci akan rasa takut jika kamu meninggalkanku..
Aku benci akan rasa khawatir jika kamu tidak memilihku..
Aku benci kalau kamu akan mempermainkanku..
Aku benci akan candu untuk terus bertemu kamu..

Ya,
Aku benci,
Sangat benci.. 
Benci menerima kenyataan bahwa aku kini jatuh cinta padamu..