Sabtu, 18 November 2017
Surat Terbuka Untuk Masa Laluku
Haii..
Surat ini kutulis kala usiaku sudah bisa dikatakan dewasa..
Di usia yang sudah berkepala dua di depannya..
Bagi sebagian orang, menyebutkan bahwa di usia ini aku sudah bisa dikatakan mandiri secara finansial karena aku bukan lagi anak yang masih meminta bantuan dari orangtua kecuali perhatian dan kasih sayang..
Nah, di surat terbukaku ini, aku peruntukkan untuk masa lalu ku..
Teruntuk hal yang aku panggil masa lalu..
Yang sudah membuat aku menjadi aku yang saat ini..
Sebelumnya aku ingin berucap terima kasih..
Karenamu aku bisa mandiri dan sedikit dewasa seperti saat ini..
Dan aku pun minta maaf tidak bisa membuatmu menjadi kenangan yang baik untuk aku kenang...
Maaf..
Aku banyak menorehkan luka hitam di tubuhmu..
Aku banyak menumpahkan tinta hitam di kertasmu..
Dan aku banyak mencabik paksa di kainmu..
Sehingga bila kini luarku terlihat sempurna tapi aku tetap tidak bisa menyembunyikan kamu masa laluku..
Bayangmu selalu menghantui perjalanku..
Bukan aku ingin menambah tinta hitam di kertasmu lagi, tapi terkadang aku ingin saja hilang ingatan agar aku tidak ingat betapa kejamnya aku merusakmu..
Sebagaimana pun aku hapus kertasmu hal itu tetap saja membekas dan tampak semakin jelas..
Duhai kamu masa lalu ku...
Kadang aku memohon dan berfikir bisakah kita berdamai untuk masa depan kita?
Bisakah kamu aku jadikan hanya sebagai cermin agar aku tidak lagi melakukan kesalahan yang sama?
Sanggupkah aku membuatmu bahagia di suatu masa?
Kala ada suatu kertas pelangi yang mau menambah coraknya dengan kehadiran kertas hitam sepertimu!
Kamu yang tidak lain adalah masa laluku dan itu adalah aku sendiri!
Duhai masa lalu bisa kah kita berjalan seiring saling berpegang tanpa merubah hal di masa depan menjadi sama buruk dan kelamnya seperti kita?
Duhai masa laluku..
Semoga suatu waktu aku bisa berdamai dengan mu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar