Minggu, 18 Maret 2018

Kenapa?

Kenapa dulu saya sangat mencintainya? Sesederhana karena dia tidak pernah menyembunyikan centang biru di whatsapp-nya. Begitu sederhana, bahwa saya tahu, dia sudah membaca pesan saya, dan dia membalas dengan tujuan untuk meredam rasa khawatir saya terhadap sosoknya.

Kenapa dulu saya bisa sangat mengaguminya? Karena ketika bertemu, dia sodorkan ponselnya, ketika saya bertanya terntang seseorang yang membuat saya cemburu. Dia bahkan berkata, “Kamu buka bbm, whatsapp, line aku deh. Chat aku biasa aja ke dia. Dianya aja yang lebay. Udah nggak aku balas juga, kok.”

Kenapa dulu saya sangat menginginkannya? Karena saat kami berdua, dia selalu meminta saya berfoto bersamanya. Lalu, dia “berkonsultasi” pada saya, dia berkata pada saya, “Enaknya aku tulis apa, ya, buat caption-nya? Kamu ada ide nggak?”

Kenapa dulu saya sangat sangat menyayanginya? Sesederhana karena dia tidak menyembuyikan apapun dari saya. Dia mengizinkan saya masuk ke dalam dunianya, tanpa menutupi segalanya. Bagi saya, sebagai perempuan, itulah yang sangat penting; saya dipercaya untuk tahu segalanya. Mengapa dia beritahu segalanya pada saya? Karena dulu katanya saya akan jadi bagian dari hidupnya.. Dia terlalu sempurna untuk perempuan biasa seperti saya. Seperti keajaiban.

Dulu tapi. Kalau sekarang?
Mungkin masih tersisa, dikit, tak banyak.
Atau mungkin malah hilang tak bersisa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar