Selasa, 15 September 2015

Gak Perlu Mendoakannya Mendapat Karma.. Kamu Tau kan Kalau Tuhan Itu Maha Adil...

Modifikasi dari Hipwee


Aku percaya, di dunia ini ada sistem tabur - tuai, dimana kamu akan memetik sendiri buah dari apa yang kamu tanam.

Sama sepertimu, aku juga hanyalah mahluk yang tak sempurna. Yang bisa saja melakukan banyak kesalahan. Maka dari itu, aku tak ingin melempar sumpah padamu agar kamu mendapat karma. Sekarang, aku lebih memilih untuk melanjutkan hidupku, menuju masa depan yang sudah pasti menanti di depan sana. Tapi...


Tetap saja aku tak habis pikir, sadarkah kamu dulu aku begitu terluka?


Dengan semua perlakuanmu, tak sadarkah kamu bahwa aku juga manusia yang punya hati. Bisa merasa tersakiti. Bisa terluka. Jika kamu dulu dengan sengaja menyakitiku, dimana perasaanmu? Sudah matikah hatimu?


Adanya tulisan ini bukan karena aku tak bisa mencari orang lain yang bisa mencintaiku. Ini karena aku tak cukup mengerti, mengapa aku layak kamu sakiti?


Jika aku dulu tak kunjung pergi meski sudah disakiti, itu bukan karena aku tak mampu mencari sosok yang lebih baik. Itu semua karena pikiranku belum bisa menjawab pertanyaan terbesar yang kerap melukai hatiku. Tenang saja, aku sudah menemukannya. Dia yang kuharap tak sepertimu yang pandai mematahkan hatiku. Tapi tetap saja aku masih bertanya tanya, "Apa yang membuatku begitu layak kamu sakiti?"


Tak perlu mengucap karma. Tuhan yang melihat segalanya dan Dia tak pernah tertidur.


Tak perlu saling menyumpahi siapa yang akan mendapat karma. Sadar adanya Tuhan yang tak pernah tertidur saja sudah cukup bagiku. Dia Maha Adil, ku tahu itu. Akan ada saat dimana yang bersedih akan dihibur, sesuai dengan rencana-Nya.

Saat ini aku hanya perlu berusaha tegar. Aku tak ingin orang tahu aku bersedih, lalu mengasihaniku. Bagaimana senyumku? Masih indah, kan? Meski terluka.



Kamu yang sudah mengacaukan semua isi hatiku. Kamu yang sudah mengacaukan semua isi pikiranku. Aku hingga saat ini, belum bisa merapihkan ruang hati dan pikiran yang masih porak-poranda karenamu.

Tapi, tak kubiarkan kemelut hatiku terbaca oleh orang-orang disekitarku. Aku berusaha memalsukan senyumku agar mereka tahu bahwa aku cukup kuat melewati hari-hariku.

Bagaimana dengan senyumku sekarang? Masih terlihat ceria dan bahagia kan? Ya, aku menampilkan sisi terbaik diriku pada orang lain, meski hatiku hampir menyerah untuk tetap menjalani hidup. Aku tak berlebihan! Karena memang ini yang kurasa.

Kamu tau?
Setiap perjalanan cinta pasti menyisakan banyak memori indah. Ya, mungkin itu yang membuatku masih saja memikirkanmu. Tapi semakin aku memikirkanmu, akhirnya bukan kebahagiaan yang kudapat. Justru tambahan luka.Terima kasih untuk pelajaran yang sudah kamu berikan. Kalau saja kamu tak menyakitiku terlalu jauh seperti ini, mungkin aku tak akan menjadi pribadi yang sekuat ini.


Terima kasih untuk pelajaran hidup yang kamu berikan. 
Semoga aku cepat disandingkan dengan dia yang Tuhan anggap pantas mendampingiku..
Dan semoga kamu juga cepat disandingkan dengan dia yang kamu anggap pantas mendampingimu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar