Jumat, 22 Juni 2018

23:07

Tuan,
Aku ingin kau mendengarkan cerita singkatku ini.
Kita tak pernah saling kenal sebelumnya.
Saat perkenalan pun kita hanya menjadi teman.
Hingga akhirnya kau memberi banyak perhatian.
Menyemangati setiap hariku, menyampaikan kerinduanmu, dan menyapaku disaat paling sibuk dari hari-harimu.
Ketika itu aku berpikir, ya memang sudah sewajarnya kau begitu baik padaku.
Bukankah seorang teman memang wajar berbuat baik pada temannya.
Dan bukankah semua teman-teman lelakiku juga seperti itu.
Begitu sangat perhatian.
Namun, ada satu perasaan yang tidak aku mengerti.
Ketika kau diam, hilang, tanpa kabar – itu sangat meresahkanku.
Aku khawatir padamu, dan tidak jarang pula aku menunggu kabarmu bahkan sampai menangis tanpa alasan.
Dan titik paling parah dari rasa khawatir dan salah mengartikan sikap baikmu adalah aku takut kehilanganmu.
Kehilangan seseorang yang bahkan belum tentu ditakdirkan untukku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar